UMN Consulting

Dari Skincare hingga Collectibles: Bagaimana IP Menemukan Peluang Bisnisnya?

Picture of by Rayhan Raffel

by Rayhan Raffel

Seberapa Jauh Sebuah IP Bisa Berkembang?

 

Pengembangan IP bisa dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari kolaborasi dengan brand, produk koleksi, hingga aksesori yang memperluas pengalaman penggemarnya. Sekilas, ketiganya tidak memiliki banyak kesamaan. Namun, dalam industri Intellectual Property (IP), produk-produk ini memperlihatkan bagaimana sebuah karakter dapat tampil jauh melampaui karya asalnya.

Kolaborasi Anua x K-Pop Demon Hunters, lini figur koleksi, hingga aksesori Labubu menunjukkan bentuk pengembangan IP yang berbeda.

Pertanyaannya, apa yang membuat ekspansi tersebut relevan bagi audiens, bukan sekadar menambahkan jenis produknya?

Melalui materi Finding the Next Big Thing: Business Aspect of IP Development, UMN Consulting mengangkat sejumlah pertimbangan yang dapat membantu menjawabnya.

Kolaborasi yang Tidak Terasa Dipaksakan

Apa yang membuat IP hiburan dan brand skincare layak disatukan? 

Ilustrasi pengembangan IP melalui kolaborasi Anua dan K-Pop Demon Hunters

Kolaborasi Anua x K-Pop Demon Hunters menjadi contoh yang diangkat dalam materi UMN Consulting. Di balik peluang memperluas jangkauan audiens, terdapat prinsip organic integration: kerja sama yang memiliki keselarasan nilai dan tetap terasa autentik bagi kedua pihak.

Mainan (Tidak) Hanya untuk Anak-anak

Bagi sebagian konsumen dewasa, figur koleksi bukan sekadar mainan. Ada rasa nostalgia, balas dendam masa kecil, apresiasi terhadap kualitas dan detail, serta kepuasan memiliki karakter favorit.

Fenomena ini dikenal sebagai “Kidult”.

Data kontribusi konsumen kidult terhadap penjualan mainan global

Riset mencatat bahwa konsumen Kidult berkontribusi sekitar 28% terhadap penjualan mainan global pada 2025. Angka tersebut menunjukkan bahwa konsumen dewasa merupakan segmen yang perlu diperhitungkan dalam industri mainan.

contoh produk koleksi untuk pasar kidult

Dari sini, muncul pelajaran penting: pengembangan produk tidak cukup hanya mengikuti popularitas karakter. Kita juga perlu memahami siapa yang membeli, apa motivasinya, dan nilai seperti apa yang mereka cari.

Labubu: Peluang Pengembangan IP di Luar Produk Utama

Bagaimana jika pengalaman memiliki sebuah karakter tidak berhenti pada figur koleksinya?

Dalam pembahasan tren art toys, UMN Consulting menyoroti crossover Labubu x One Piece serta munculnya aksesori tambahan untuk Labubu. Keduanya menggambarkan peluang memperluas pengalaman koleksi melalui kolaborasi dan produk pelengkap. 

Tren art toys 2026 termasuk Labubu dan aksesori produk koleksi

Potensi kategori produk turunan juga terlihat dalam proyeksi monetisasi IP yang dikutip UMN Consulting dari License Global. Dari survei terhadap 93 licensor global, 70% menempatkan fashion/apparel sebagai kategori prioritas, diikuti toys/games (54%) dan food & beverage (52%). 

Grafik prioritas kategori monetisasi IP berdasarkan survei License Global

Persentase tersebut menggambarkan prioritas pengembangan kategori menurut responden industri, bukan pangsa pasar atau angka penjualan IP tertentu. Bagi kreator, peluang ekspansi memang beragam. Namun, tidak semua kategori otomatis cocok untuk setiap IP.

So, Apa yang Membuat Sebuah IP Berpotensi Berkembang?

Ketiga contoh ini memperlihatkan bahwa IP dapat berkembang melalui jalur yang berbeda: Kolaborasi, produk koleksi untuk segmen tertentu, maupun produk pelengkap.

Namun, seperti yang ditekankan dalam materi UMN Consulting, tidak ada formula tunggal yang menjamin keberhasilan komersial sebuah IP. Identitas yang kuat perlu dibarengi pemahaman audiens dan validasi pasar. Sebelum ekpansi bisnis, kreator dapat menguji konsep melalui survei, wawancara, hingga tes pre-order untuk memahami minat dan kesediaan membeli. 

Pada akhirnya, pertanyaan terpenting bukan hanya “produk apa lagi yang bisa dibuat dari IP ini?”, melainkan:

“Apakah produk tersebut benar-benar relevan dan memiliki nilai bagi audiens yang ingin kita jangkau?”

***

Ingin memahami lebih jauh bagaimana sebuah IP dapat menemukan peluang bisnisnya?

Temukan pembahasan selengkapnya dalam materi “Finding the Next Big Thing: Business Aspect of IP Development” dari UMN Consulting. 

Akses materi lengkapnya melalui link berikut ini:

Share this Post

Latest Article

Gen Z golput pada pemilu 2019 dan 2025
Article

Gen Z dan Ancaman Golput di Pemilu 2024

Di ranah digital, kampanye politik bernuansa negatif berpotensi membuat Gen Z, yang merupakan bagian dari pemilih tahun depan, enggan menyalurkan hak suaranya. Wajar saja, generasi

Read More

Curious to Learn More?

Discover how our services could help you.